Christmas is coming

Tak terasa sudah masuk pertengahan bulan Desember, Natal sudah di depan mata. Namun segala kesibukan dan rutinitas di kantor maupun di rumah membuat semangat Natal berkurang. Persiapan Natal pun jadi sekedar saja. Sudahlah, yang penting kami sekeluarga ke gereja malam Natal nanti, begitu kira-kira pemikiran kami. Padahal justru saat persiapan Natal itulah kita akan lebih merasakan indahnya semangat Natal.

Untuk working mom yang bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore seperti saya, yang juga tidak punya asisten rumah tangga, urusan persiapan Natal ini kadang justru bikin kepala cekot-cekot. Apalagi awal bulan Desember anak-anak masuk masa ujian akhir semester. Mana sempat saya persiapkan pernak-pernik Natal itu.

Nah, cerita blog pertama saya disini selain juga mau “curcol” (curhat colongan), saya juga mau berbagi sedikit pengalaman dalam mensiasati masalah persiapan Natal, yang mungkin bisa bermanfaat buat kamu yang punya rutinitas mirip dengan saya.

  • Keep Calm

Jujur pada awal bulan Desember, saya agak sedikit banyak gaya. Banyak banget rencana-rencana ambisius yang malah bikin saya sakit kepala sendiri. Mulai dari rencana kumpul sama teman, pembuatan pernak-pernik Natal, kegiatan sosial, pembuatan kue-kue Natal, sampai perapihan dan dekorasi rumah. Tidak salah sih, tapi saya seharusnya tahu skala prioritas. Jangan sampai rencana-rencana itu malah membuat rutinitas wajib jadi berantakan. Apalagi malah bikin badan jadi sakit. Nah kalau Bunda sakit, urusan anak-anak bisa jadi runyam.

Tips dari saya: list apa saja sih rencana kita yang dibuat berdasarkan skala prioritas dan waktu pelaksanaan.

Supaya saya tidak pusing sendiri, saya sederhanakan list menjadi 4 bagian. Pertama; prioritas utama saya jelas yaitu sekolah anak-anak, apalagi awal bulan Desember mereka ujian akhir semester. Kedua; baru setelah ujian beres, saya arahkan anak-anak untuk ikut kegiatan Natal di gereja maupun di sekolah. Ketiga; urusan dekorasi rumah dan yang terakhir atau keempat; kunjungan ke kerabat atau liburan akhir tahun.

  1. Kegiatan Menjelang Natal: Tukar kado

Biasanya saat menjelang Natal dan akhir tahun, ada saja yang mengadakan acara tukar kado. Entah di sekolah anak, acara keluarga maupun kantor. Isi dari kadonya biasanya ditentukan oleh penyelenggara pada range harga tertentu. Bungkusnya pun kadang tidak boleh pakai kertas kado. Cukup pakai koran ataupun kertas sampul coklat.

Nah, agar kado Natal bisa tetap berkesan bagi yang menerimanya, berikut tips dari saya: buatlah bungkus kado yang sederhana tapi semenarik mungkin atau buat selucu mungkin.

Berikut contoh bungkus kado yang cantik dan unik:

Photo by redtedart.com
Photo by bornstylistshop.com
Photo by id.pinterest.com

Untuk kado yang selucu mungkin, kita bisa buat prank klasik yang menurut saya sampai sekarang masih tetap lucu. Yaitu kita bungkus kadonya berlapis-lapis, sampai lelah yang membuka kadonya. Hehehe.. Lebih lucu jika pada beberapa lapis kita lampirkan pesan seperti: “Ayo semangat!, Jangan menyerah!, Atau; Sedikit lagi!.

  • Mendekor rumah

Setelah melewati masa ujian di awal bulan Desember, biasanya praktis setelah itu anak-anak akan libur cukup panjang, karena berlanjut dengan libur tahun baru. Nah daripada bingung kasih kegiatan apa ke anak selama libur di rumah, lebih baik saya motivasi mereka untuk membuat dekorasi Natal. Saya diskusikan dengan anak kira-kira apa yang akan dibuat. Kemudian saya belikan bahan-bahannya. Setelah itu biarkan anak-anak berkreasi sesuka mereka.

Beruntung saya di kantor adalah bagian umum yang setiap ada perayaan pasti mendapat bagian untuk membuat pernak-pernik perayaan dan mendekorasi kantor seperti perayaan Natal ini. Jadi, ide-ide dekorasi bisa saya salurkan dari kantor ke rumah ataupun sebaliknya. Pada Natal kali ini, dari kantor menugaskan saya dan tim untuk membuat dekorasi natal dari bahan-bahan daur ulang. Berikut ide dekorasi Natal yang sudah dibuat:

Boneka salju dari sterofom bekas packing computer
dan elektronik lainnya.
Gantungan pohon Natal dari bekas karton kalender meja
Snowflakes dari map plastic yang sudah rusak
hiasan meja dari buah pinus yang dicat pilox
Pohon Natal dari karton bekas lakban yang dibungkus kertas emas

Tips dari saya: Apresiasi hasil karya anak apapun bentuknya. Jangan kecewa jika hasilnya tidak sebagus dekorasi Natal yang dijual di toko-toko. Yang penting adalah semangat Natal yang muncul ketika membuat dekorasi tersebut.

  • Kunjungan ke kerabat dan liburan Natal

Saat Natal adalah saatnya berkumpul dengan keluarga besar, teman lama atau kerabat jauh. Awalnya saya bingung mana dulu yang harus kami kunjungi. Ditambah lagi tuntutan anak-anak yang ingin jalan-jalan libur Natal. Hmm.. bagaimana mensiasatinya ya?

Saya selalu bersyukur jika menerima undangan perayaan Natal bersama keluarga besar atau teman dan sahabat. Saya sekeluarga selalu berusaha hadir di setiap perayaan bersama tersebut. Di situ kami bisa saling mengucapkan selamat Natal dan menjalin tali silahturahmi dengan banyak orang tanpa harus mendatangi rumah mereka satu demi satu.

Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tidak hadir di situ? Tidak usah bingung, tips dari saya: selain selalu berusaha hadir di setiap perayaan Natal bersama, prioritaskan kunjungan ke orang tua dan maksimalkan gadget.

Lewat gadget, saya bisa mengirimkan pesan atau melakukan video call dengan mereka. Tidak perlu merasa bersalah, tidak mungkin juga mengunjungi kerabat dan sahabat satu demi satu, apalagi jika jatah cuti kantor sudah menipis. Biasanya mereka akan maklum dan mengerti.

Nah untuk liburan, saya biasanya jalankan secara paralel dengan kunjungan ke saudara atau kerabat dan teman jauh. Tips dari saya: Sempatkanlah sedikit waktu untuk mampir saat kita berlibur ke kota dimana terdapat kerabat atau teman jauh disitu. Dijamin karena jarang-jarang kita datang, kita pasti disambut dengan senang hati oleh mereka. Tapi jangan lupa telpon dulu ya.. ga lucu kan, sudah jauh-jauh datang eh ternyata yang punya rumah sedang tidak ada di tempat.

  • Suvenir dan amplop natal.

Saat kunjungan atau perayaan bersama, kita bisa berbagi sedikit kebahagiaan dan rejeki dengan orang lain khususnya anak-anak, dengan cara memberikan suvenir atau amplop natal. Saya pribadi akan ikut berbahagia jika melihat senyum merekah dari wajah anak-anak yang menerima suvenir atau amplop natal. Dengan demikian Natal akan semakin berkesan, buat saya maupun orang lain yang menerima suvenir atau amplop tersebut. Berikut beberapa contoh suvenir dan amplop natal yang lucu untuk dipersiapkan:

Amplop kertas. Photo by Bukalapak
Sarung botol. Photo by Shopee
Coklat Natal. Photo by Pangchoco.com
Mug Natal. Photo by Shopee
Tas Natal flanel. Photo by Bukalapak

Nah, itulah kira-kira persiapan Natal yang saya kerjakan. Memang tidak semua keinginan bisa terlaksana, mengingat keterbatasan waktu dan tenaga. Keinginan seperti membuat kue kering Natal, terpaksa saya skip pada tahun ini. Tidak masalah buat saya, lagipula saya juga kurang begitu mahir dalam membuat kue, hehehe. Paling tidak nanti saat perayaan Natal bersama, saya bisa membawa sedikit masakan buatan sendiri yang sudah pasti enak seperti ikan bakar atau mie goreng. Yang terpenting adalah menumbuhkan semangat Natal yakni kasih, persaudaraan dan kebersamaan dalam hati dan kita tularkan kepada orang-orang di sekitar kita. Selamat Natal semua.. Have a very happy holiday too!

Pesta Ulang Tahun Untuk si Buah Hati

Apa saja yang harus diperhatikan?

Ulang tahun anak adalah moment bahagia bagi semua orang khususnya bagi seorang anak. Orang tua pun akan selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada anak sebagai tanda rasa syukur akan anugerahNya yang unik dan menakjubkan.

Begitu pula dengan saya. Si bungsu akan berulang tahun, dan kami sekeluarga berniat akan merayakannya. Tentu saja diperlukan persiapan yang harus dilakukan jauh-jauh hari. Nah, berikut saya akan sharing beberapa persiapan yang dilakukan, yang mungkin bisa bermanfaat buat mommy-mommy semua.

1. Menentukan Tema Acara.
Tema acara ini penting karena nanti semua hal yang menyangkut acara ulang tahun harus disesuaikan dengan tema. Mulai dari kartu undangan, dekorasi ruangan, kue ulang tahun, souvenir, lokasi sampai ke susunan acaranya. Pilihlah tema yang disukai oleh anak yang akan berulang tahun. Kalo saya, karena anak saya sangat menyukai Rainbow Dash dalam film Little Ponny, maka tema yang saya pakai adalah Rainbow Dash Party.


2. Lokasi
Setelah menentukan tema ulang tahun, maka hal kedua yang harus kita pikirkan adalah lokasi. Lokasi bisa disesuaikan dengan tema. Jika misalnya temanya adalah pool party, maka alangkah baiknya jika mengambil lokasi di tempat yang ada kolam renangnya. Atau jika temanya flower party, maka alangkah baiknya jika acara diadakan di taman yang ada bunga-bunganya. Artinya, carilah lokasi yang kira-kira bisa mendukung tema acara.

Nah untuk tema-tema karakter seperti tema yang saya pilih, maka lokasi bisa diadakan dimana saja. Tinggal nanti dekorasi dan pernak-perniknya saja yang disesuaikan dengan tema. Acara bisa diadakan di hotel, di restaurant, di rumah, club bermain, dan sebagainya.

Penentuan lokasi ini juga sangat erat hubungannya dengan dekorasi, jumlah undangan dan budget. Jadi, pilihlah lokasi sesuai dengan jumlah undangan dan budget kita. Nah, kalau saya, berhubung yang ingin diundang banyak, tapi budget tidak terlalu besar alias pas-pasan, maka lokasi yang saya pilih adalah di rumah saja. Hehehe…..

Ulang tahun di hotel. Photo by makassar.tribunnews.com
Ulang tahun di restauran cepat saji. Photo by babymoontravelling.wordpress.com
Ulang tahun di taman. Photo by omahjoglosemin.com
Ulang tahun di rumah. Photo by rumahkuunik.com

3. Kartu Undangan.
Pada saat saya akan mempersiapkan kartu undangan, saya coba browsing mencari apakah ada yang menyediakan paket pernak-pernik ulang tahun anak. Ternyata banyak!. Berikut contoh paketnya:

Photo by Shopee
Photo by Lazada

Namun karena saya orangnya suka “kepo” dan suka coba-coba, maka saya coba browsing lagi, apakah ada aplikasi untuk membuat desain kartu undangan sendiri, berikut banner, dan ucapan terimakasih? Ternyata ada!! Aplikasi tersebut antara lain adalah Canva, Designer, Creator, Poster Player Maker dan lain sebagainya.

Dengan aplikasi desain ini, semua kreatifitas bisa kita tumpahkan. Tidak hanya membuat undangan, kartu ucapan terimakasih, dan banner, aplikasi-aplikasi ini juga memudahkan kita untuk membuat kalender, kartu nama, logo dan masih banyak lagi. Template dan dan fitur-fiturnya sangat memudahkan kita untuk menciptakan desain yang menarik. Jadi untuk kamu yang tidak punya latar belakang desain grafis tidak perlu khawatir yaa…

Semua aplikasi itu rata-rata berbayar. Namun biasanya ada free trial selama 7 hari. Dari semua aplikasi itu, saya mencoba Canva dan hasilnya bagus juga loh. Tinggal diunduh dan dibawa ke tempat percetakan untuk dicetak. Berikut hasil desain yang sudah saya buat:

Undangan Ulang Tahun
Kartu ucapan teimakasih
Banner


4. Souvenir
Untuk souvenir, ada yang menyediakan secara paket dengan undangan, balon, kartu ucapan terimakasih dan banner. Namun dengan membeli souvenir sendiri, saya merasa lebih puas walaupun memang butuh effort lebih. Menyenangkan, karena saya lebih bebas menentukan jenis souvenir apa yang akan diberikan. Tentu saja souvenir disertai dengan snack atau makanan ringan untuk anak-anak. Berikut contoh-contoh souvenir ulang tahun:

Photo by pusatsouvenirhanduk.com
Photo by lorrainehamper.com
Photo by eolingift.com
Photo by trulychocho.com

5. Kue Ulang Tahun
Gak klop rasanya kalau acara ulang tahun anak tanpa ada kue ulang tahun. Kue ulang tahun tidak perlu berbentuk kue tart loh. Kita bisa buat dengan makanan lain yang tentunya disukai oleh anak-anak. Misalnya dari donat, tumpeng, ayam dan kentang gorengnya, sushi atau yang paling nyeleneh adalah kue ulang tahun indomie goreng.

Donat Tower – Photo by pewartasatu.com
Tumpeng ulang tahun – Photo by tokopedia
Ayam goreng dan kentang – Photo by beautynesia.id
Photo by (instagram.com/sushi_sundays)
Kue ulang tahun dari buah. Photo by today.line.me
Photo by Kompasiana.com

6. Susunan Acara
Kalau kita merayakan ulang tahun di hotel atau restaurant susunan acara biasanya sudah disiapkan oleh even organizer. Tapi ketika kita merayakan ulang tahun di rumah, seringkali susunan acara ini terlupakan. Padahal susunan acara cukup penting loh, agar acara yang kita selenggarakan bisa terlaksana dengan meriah dan berkesan untuk para tamu dan yang berulang tahun. Berikut contoh susunan acara yang sudah saya buat untuk ulang tahun anak saya:

7. Konsumsi
Konsumsi adalah hal yang sangat penting dalam setiap perayaan. Konsumsi selain harus disesuaikan dengan jumlah tamu, jenis makanannya juga harus disesuaikan dengan usia tamu yang hadir.

Karena ini adalah acara ulang tahun anak-anak, maka jenis makanan tentunya harus yang disukai oleh anak-anak. Untuk acara ulang tahun anak saya, khusus saya siapkan nasi kotak untuk anak-anak. Isinya dibuat menarik dan disukai anak-anak. Berikut contohnya:

Photo by tokopedia
Photo by bukalapak
Tumpeng mini yang lauknya bisa disesuaikan untuk anak-anak. Photo by radar pekalongan on line

Untuk orang tua yang hadir, saya siapkan makanan prasmanan. Namun anak-anak pun juga bisa makan. Nah untuk makanan prasmanan ini saya buat yang simple tapi pasti semua suka sebagai makanan utama, yaitu baso kuah. Untuk lain-lainnya yaitu mie goreng, capcay, ikan siram sambal balado, dan buah. Untuk ikan siram sambal balado, mungkin anak-anak tidak bisa makan ya.. Khusus untuk pencinta selera pedas saja. Hehehe….

Begitulah sharing persiapan ulang tahun untuk si kecil dari saya. Semoga sharing ini bermanfaat. Yang paling penting, si kecil bahagia dan terjalin tali silahturahmi yang baik dengan para tamu.

Selamat merayakan ulang tahun si kecil ya Mom!!

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.